Just another WordPress.com site

new media

Dalam modern saat ini ada dua pengelompokan dunia yang saat ini sedang happening yaitu dunia nyata dan dunia maya,saat ini saya akan membahas tentang dunia maya… apa itu dunia maya? Semua orang dapat mendefinisikan dunia ini contoh:

L  Wahh dunia maya adalah dunia yang tidak nyata tetapi dunia itu ada.. gaib2 gitu dehh.

J  Kalo  dunia maya itu pasti lah dunia  yg di internet.

K  Kalo setau say amah dunia maya yaitu tempat tinggalnya suku maya

Wahh ternyata banyak kan definisi dari dunia maya tersebuat sebenernya apa sihh dunia maya yang akan kita bahas saat ini😉

Definisi dari saya tentang arti dari dunia maya adalah  semacam dunia yang bukan tempat dimana kita tinggal ,kita bisa berhubungan dengan orang tersebut,ngeliat orang tersebut…tapi kita nggak bisa ke sana,ya kayak dunia internet,cermin….(ngerti kan kita bisa liat refleksi diri kita tapi apa kita bisa ke dalam kaca itu?}

Nahh Istilah Dunia maya adalah dunia internet, virtual space. Kata ini dipopulerkan oleh William Gibson dalam novel fantasinya yang berjudul Neuromancer(1984) untuk menerangkan dunia komputer dan masyarakat yang berkumpul di sekitarnya

Tapi apa sihh definisinya manurut para ahli..

Dunia maya menurut Google Translate

Saya juga menerjemahkan Dunia Maya menggunakan Google Translate ke Bahasa Inggris, dan menurutnya Dunia Maya dalam bahasa Inggris adalah berarti Virtual World.

Virtual world menurut Wikipedia:

A virtual world is a genre of online community that often takes the form of a computer-based simulated environment, through which users can interact with one another and use and create objects.]

Dunia Maya = Dunia Game

Jadi menurut saya dunia maya lebih pantas disematkan pada dunia game, bukan dunia internet.

Jadi ada perbedaan antara dunia maya dan internet, dunia maya adalah perumpamaan yang mendefinisikan  dunia yang bukan sebenarnya dunia ,dunia dimana kita bias berkomunikasi dengan orang lain secara langsung tampa bertemu orang tersebut.

Contoh simpelnya seperti orang yang saling berbicara melalu radio,telepon,atau melakukan percakapan melalui short massage service

Digital culture

digital culture apa itu? Digital culture menurut translate aslinya adalah kebudayan digital,kebudayan digital ini bias timbul karena keseringian atau kebanyakan kita pada saat ini menggunakan perangkat digital dalam berkomunikasi atau TEKNOLOGI INFORMASI.

Teknologi informasi, suatu istilah yang tidak asing bagi umat manusia di dunia. suatu bukti kemajuan teknologi yang sangat berpengaruh bagi kehidupan kita di masa kini. Teknologi informasi bagaikan sebuah doping bagi atlet yang mampu meningkatkan efektivitas dan daya juang seseorang, bagai sebuah tiang yang mampu menopang bangunan yang amat besar. Seperti itulah kira-kira pentingnya teknologi informasi bagi kita. Banyak pendapat tentang pengertian dari teknologi informasi dari pakar dunia, diantaranya : -Haag dan Keen, pada tahun 1996 kedua pakar tersebut mengartikan teknologi informasi ialah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi. -Martin, pada 1999 beliau mengartikan teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi saja, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. -Martin, Brown, DeHayes, Hoffer, dan Perkins yan terbaru pada tahun 2005 mereka mendefinisikan teknologi informasi merupakan kombinasi teknologi komputer yang terdiri dari perangkat keras dan lunak untuk mengolah dan menyimpan informasi dengan teknologi komunikasi untuk melakukan penyaluran informasi. Di sini teknologi komunikasi digunakan sebagai alat penyaluran informasinya, sedangkan informasinya diolah dan disimpan dalam komputer. Dari definisi diatas terlihat bahwa teknologi informasi baik secara implisit maupuneksplisit tidak sekedar berupa tekologi komputer, tetapi juga teknologi telekomunikasi.Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi. Segala jenis modernisasi dalam dunia ini tentu memiliki dampak positif dan negatif, khususnya teknologi informasi. Teknologi informasi yang biasa disebut TI ataupun IT memiliki dampak yang sangat besar bagi perubahan dunia, TI memiliki berbagai dampak yang bersifat positif guna membawa manusia ke kehidupan yang lebih baik, namun semua dampak positif itu akan berubah menjadi dampak negatif yang sangat besar bagi pemakainya. Semua keuntungan, kerugian dan dampaknya tergantung dari para penggunanya, akankahg para pengguna itu bisa memanfaatkan perkembangan TI yang semakin maju ini, ataukah perkembangan TI ini akan membawa kemunduran bagi umat manusia di dunia ini. Diantara beberapa pengaruh positif TI yang  harus kita manfaatkan diantaranya adalah :

  1. Pemanfaatan TI di bidang pendidikan, TI sangat berguna bagi proses pembelajaran baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Hal itu bisa dilihat dari adanya e-learning, e-book, internet, viewer, cd-rom, audio/video dan masih banyak lagi. Alat-alat tersebut mampu merubah cara belajar para siswa yang dahulu tergantung pada satu buku paket untuk mencari informasi ilmu, namun sekarang mereka bisa mendapat banyak informasi dari internet.
  2. Pengaruh TI di bidang kesehatan, tidak dapat dipungkiri berbagai macam jenis penyakit mulai bermunculan dewasa ini, namun berkat adanya kemajuan teknologi informasi makan semakin banyak pula cara penyembuhan penyakit itu melalui informasi yang ada  di internet. Selain itu kemajuan TI juga semakin melengkapi peralatan yang ada di rumah sakit guna membantu menyembuhkan pasiennya.
  3. Pengaruh TI di bidang kebudayaan, budaya adalah kerangka acuan perilaku kehidupan bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. Contoh nyata pengaruh TI di bidang kebudayaan saat ini diantaranya adalah kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang di negara lain, bagaimana mereka berpakaian dan sebagainya.
  4. Peran TI bagi negara berkembang, pada era setelah industrialisasi teknologi informasi (TI) dan pemanfaatannya secara efektif akan membuat pengembangan dan penelitian hanya membutuhkan waktu yang singkat sehingga mengakibatkan daur hidup produk lebih singkat. Hal yang sama juga terjadi pada advertensi dan distribusi akan menyebabkan pesaing menguasai pasar dengan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Keterbatasan geografi, jarak dapat diminimalkan dengan adanya perbaikan teknologi komunikasi dan transportasi. Pada umumnya individual even akan lebih sering terjadi dan lebih pendek dalam durasinya yang menstimulir tempo yang tinggi pada lingkungan.

Pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi seperti pedang bermata dua disatu sisi kita tidak dapat menyangkal manfaat nya yang begitu besar namun disisi lain kita dihadapkan oleh ancaman yang ada dibawanya. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya Teknologi Informasi adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sebagai contoh manifestasi Teknologi Informasi yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dalam kegiatan ekonomi sudah dilakukannnya E-banking, E-comerce,E-shopping dan masih banyak lagi. Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya Teknologi Informasi misalnya:

  1. Dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukkan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia
  2. Terjadinya penipuan serta pembobolan keuangan melalui media elektronis juga akibat dari kegiatan ekonomi yang semakin mudah.
  3. Pornografi anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
  4. Bisa membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.

Selain hal-hal yang disebut diatas masih ada lagi dampak negatif yang dimiliki teknologi informasi  seiring dengan semakin berkembangnya arus modernisasi, pemakaian teknologi yang tanpa bataspun dapat mempengaruhi kehidupan sosial kita. Oleh karena itu kita sebagai manusia dalam melakukan proses  pembelajaran pendidikan teknologi perlu didasarkan pada empat pilar proses pembelajaran, yaitu: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Untuk melengkapi kecerdasan iptek para pelajar, diperlukan pula penyelarasan pengajaran iptek dengan pengajaran imtaq. Sehingga terbentuklah manusia-manusia cerdas dan bermoral yang dapat menghasilkan berbagai teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagian dan imortalitas. Sumbangan Teknologi informasi terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri, kemajuan teknologi sudah mampu mengubah peradaban dunia dari yang sebelumnya. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan,oleh karena itu iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan.

Dikutip dari nicodarmawan.blog.ugm.ac.id

Dan menurut pakar ti Onno W. Purbo dalam tulisan di [DTK] menyatakan keberatannya kepada Rancangan Peraturan Menteri mengenai Konten Multimedia. Setali dua uang, saya pun keberatan dengan peraturan tersebut. Kecenderungan menggunakan peraturan untuk menyaring informasi publik dari Internet adalah hal yang sia-sia. Berikut yang bisa saya sampaikan:

  1. Tidak ada teknologi yang bisa membendung konten Internet, kecuali dengan memberangus Internet itu sendiri.
  2. Ranah hukum yang berlaku tidak akan pernah diakui oleh internasional. Seandainya server diletakkan di Mali, apakah penuntut di Indonesia bisa menuntut pemilik konten sekalipun ia adalah orang Indonesia? Bagaimana membuktikan bahwa profil seseorang adalah benar seseorang?
  3. Apakah saya sebagai orang yang sudah berusia lebih dari 17/18/21 tahun tidak berhak mengakses konten-konten dewasa?
  4. Apakah saya sebagai seorang oposisi tidak berhak menyatakan kebenaran versi saya dalam melawan pihak yang berkuasa? Apakah saya tidak berhak menerapkan hak berdemokrasi saya?

Hal yang diperlukan dalam ranah hukum Indonesia sebenarnya adalah bagaimana cara pembuktian melalui media Internet. Bagaimana perilaku menyimpang seperti peretasan dan spamming yang dilakukan di Internet dapat diatasi melalui jalur hukum. Justru, menurut saya, yang paling berkepentingan mengeluarkan peraturan mengenai konten Multimedia adalah Kementerian Pendidikan.

Saat ini, pendidikan kita tidak dapat menyerap laju pencapaian Internet. Apalagi, Indonesia sudah meratifikasi perjanjian yang menyatakan bahwa seluruh Indonesia akan tersambung Internet pada tahun 2015. Ketidaksiapan orang tua dan pendidikan juga terlihat dari banyaknya anak-anak yang mengunjungi Warnet untuk bermain. Dari Ragnarok sampai Point Blank, semua permainan itu menyebabkan adiksi yang membuat banyak orang kehilangan masa depan.

Tapi, untuk membuat tulisan ini berimbang, seharusnya sebagian anak-anak itu boleh diarahkan untuk menjadi pemain game profesional. Dengan demikian, industri perangkat lunak di Indonesia bisa berkembang pesat. Apakah pemain profesional itu haram? Apakah game itu hanya cenderung merusak?

Tidak ada pekerjaan di dunia ini yang tidak berpotensi merusak. Pekerjaan di kantor membuat keluarga berantakan. Pekerjaan sebagai ahli agama membuat sesat umat. Pekerjaan di lapangan merusak raga. Pemain game profesional pun beresiko hal yang sama. Hanya saja, saat ini potensinya lebih besar karena tidak dibina.

Menurut saya,

Sudah saatnya para tokoh pendidikan membuat simposium dan memperkenalkan materi ajar berbasiskan komputer. Saya suka dengan metode ayah saya dalam memperkenalkan kebudayaan. Justru dia yang memperkenalkan terlebih dahulu ding dong (mesin arcade) kepada saya. Ia yang mengajak saya main ding dong sewaktu saya kecil. Saya baru sadar, ketika saya sudah SMP, saya tidak eksesif dalam bermain ding dong karena saya sudah terbiasa mengatur diri bermain.

Internet bisa menjadi musuh mau pun teman yang baik. Jika semenjak dini guru dan orang tua murid (hey, masak orang tua tidak?) memperkenalkan Internet kepada anak, niscaya ia akan belajar menggunakan media tersebut menjadi dunia belajar. Pasti, hal yang dicari saat pubertas adalah konten-konten seksual dan hal-hal yang tak lazim lainnya.Yang diperlukan adalah sebuah lingkungan di mana ia bisa jujur bercerita dan dibimbing dengan baik, bukan lingkungan yang memaksa ia menjadi orang munafik dan pembohong.

Jadi, untuk itu, inilah tugas pendidikan kita:

  1. Menemukan pola pendidikan yang memanfaatkan jaringan Internet.
  2. Membuat pedoman melek berinternet bagi setiap orang, terutama bagi guru dan orang tua murid.
  3. Penerangan untuk bermain Internet yang sehat seperti halnya pendidikan seks itu sudah penting.

Dari pada melarang, lebih efektif membuat dewasa.

Seberapa kuat, pun, kita membendung, pasti teknologi itu bocor. Sebagai contoh, kendati Facebook dan situs porno diblok, tetapi orang-orang bisa mengaksesnya menggunakan TOR atau pun situs anonymizer. Sekalipun rapidshare membuat metode blokade unduh langsung, akan ada selalu celah untuk mengunduh dengan kecepatan maksimal. Sekalipun sensor diterapkan, akan ada selalu cara untuk mengunduh konten terlarang seperti misalnya pengubahan nama berkas, pengubahan metadata, sampai kepada enkripsi.http://www.detikinet.com/read/2010/02/13/115858/1298849/398/onno-purbo-kritisi-rpm-konten-multimedia

Sebagai mana penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa digital culture memiliki dampak negative juga memiliki dampak positif yang seperti pedang bermata dua,bisa menguntungkan bagi manusia maupun merugikan manusia pemakinya,oleh karena itu pentingnya kesadaran diri dari pengguna fasilitas digital ataupun pengawasan bagi para orangtua kepada anak anaknya yang menggunakan perangkat digital.

Demikian lah tulisan ini saya membuat tulisan guna melengkapi tugas peng.teknologi internet dan new media maaf jika ada salah salah kata dan penggunaan kata kata yang kurang baku.

Nicko ryandi sutomo.

 

                                                   

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: